Entri Populer

Rabu, 09 Februari 2011

be save from "Radiation"

Laptop dan bahaya radiasi yang ditimbulkannya

Seperti kita ketahui laptop merupakan perangkat elektronik yang mengeluarkan sinar radiasi elektromagnetik. Saat ini lap top banyak dilengkapi dengan Wi-fi ( wireless fidelity ) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nir kabel, yang semakin populer penggunaannya dinegara maju maupun negara berkembang. Dengan Wi-fi orang bisa masuk ke jaringan internet tanpa harus repot menyambungkan kabel dari komputer ke line telepon. Dibalik kemudahan yang ditawarkan Wi-fi ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan, diantara bahaya yang ditimbulkannya adalah bahaya yang ditimbulkannya dapat mengakibatkan nyeri dikepala, gangguan tidur (insomania), mual-mual terutama bagi mereka yang electrosensitif.

Apakah jaringan nirkabel wireless-fidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman kesehatan bagi manusia.?
Pertanyaan itu muncul dan memancing perdebatan setelah Apakah jaringan nirkabel wireless-fidelity (Wi-Fi) benar-benar menjadi ancaman Panorama–program stasiun televisi Inggris, BBC–menyiarkan hasil investigasinya pada awal pekan lalu.
Menurut temuan Panorama, tingkat radiasi yang dipancarkan perlengkapan Wi-Fi pada satu sekolah di Norwich, yang memiliki lebih dari seribu murid, lebih tinggi ketimbang tingkat radiasi yang dipancarkan dari menara transmisi operator telepon seluler umumnya. Pengukuran Panorama menunjukkan kekuatan sinyal Wi-Fi di dalam ruang kelas itu tiga kali lebih kuat daripada intensitas radiasi dari menara ponsel.

Temuan ini dianggap signifikan karena anak-anak memiliki tengkorak yang lebih tipis ketimbang orang dewasa dan masih dalam tahap pertumbuhan. Pengujian menunjukkan bahwa anak-anak menyerap radiasi yang lebih banyak daripada orang dewasa.

Di perkotaan Inggris, hotspot Wi-Fi muncul bak jamur. Menurut Panorama, dalam 18 bulan terakhir ada 2 juta pengguna Wi-Fi baru. Wi-Fi digunakan pada 70 persen sekolah secondary dan 50 persen sekolah primer.
Berbeda dengan Panorama, pengukuran tingkat radiasi di sekolah Norwich itu jauh di bawah ambang batas keamanan yang dibuat pemerintah. Bahkan masih 600 kali di bawah ambang batas. Tapi sebagian ilmuwan menduga basis ambang batas itu tidak benar. Para saintis juga prihatin dengan tidak adanya penelitian tentang dampak radiasi jaringan nirkabel (Wi-Fi). Padahal untuk riset serupa pada ponsel dan menara radio ada ribuan.
Efek radiasi bagi kesehatan, menurut Profesor Olle Johansson dari Karolinska Institute in Swedia, yang diwawancarai Panorama, “Jika melihat literatur, Anda bisa temukan sejumlah efek radiasi, seperti kerusakan kromosom, berdampak pada kapasitas konsentrasi dan menurunnya memori jangka pendek, serta meningkatnya kejadian berbagai tipe kanker.”
Radiasi sangat mengganggu jaringan tubuhmanusia terutama pada kulit, telinga, mata, sistem syarafdan dapat menyebabkan gangguan sel yang menyebabkan mutasi gen. Seperti juga yang terjadi pada laptop. Alat komunikasi yang satu ini sudah membudaya penggunaannya . Selain penggunaannya kadang sembarang juga kerap kali akrab dibawa kemana-mana dan sangat akrab dengan prilaku pemilikinya.Untuk menghindari hal-hal yang tidakdiinginkan tadi sebisa mungkin kita menghindaripengaruh radiasi yang hebat pada monitor serta sistem mekanisnya. Karena dalam sebuah riset ditemukan pada 30.000 kasus pada pekerja komputer tahun 1969, menemukan kasus mayoritas yang terjadi adalah selain kanker otak juga gangguan sistem saraf pusat manusia juga menyebabkan kematian.

Tips Mengatasi Sindrom Visual Komputer

efek komputer Tips Mengatasi Sindrom Visual Komputer
Sindrom visual komputer sekarang  ini menjadi permasalahan tersendiri seiring semakin berkembangnya kebutuhan manusia akan pentingnya komputer, Sindrom ini terjadi jika seseorang duduk di depan komputer untuk waktu yang cukup lama dan menyebabkan ketegangan pada mata yang diakibatkan oleh radiasi layar komputer.
Sindrom visual komputer ini memberikan gejala seperti sakit kepala, mata panas serasa terbakar, kering, berair dan pandangan kabur. Penelitian telah menunjukkan bahwa monitor komputer dari versi yang lama lebih beresiko menimbulkan sindrom visual sehingga dianjurkan untuk mengganti jenis monitor.

Tips untuk mengurangi sindrom visual komputer :

  • Sebelum terjadi ketegangan pada mata Anda, hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan kondisi pencahayaan yang cukup optimal di area kerja dan sumber cahaya tersebut diatur sedemikian rupa agar nyaman bagi mata Anda.
  • Fakta membuktikan bahwa pencahayaan di tempat kerja dapat mempengaruhi visual Anda. Jika lampu terlalu terang atau terlalu redup bisa mengakibatkan kelelahan pada mata. Solusinya ? lakukan pengaturan cahaya yang cukup sehingga dapat memberikan kenyamanan pada mata dan area kerja Anda.
  • Terakhir, berhentilah berlama lama didepan komputer kalau memang aktifitas penting anda sudah selesai icon smile Tips Mengatasi Sindrom Visual Komputer
latihan mata Tips Mengatasi Sindrom Visual KomputerLangkah selanjutnya adalah menjalani beberapa latihan sederhana pada mata untuk mengurangi terjadinya sindrom visual komputer atau gejalanya bisa dikurangi sehingga aktifitas anda didepan komputer bisa tetap terjaga, latihan ini memerlukan kurang lebih setengah jam sampai dengan satu jam dan dianjurkan dilakukan secara berkesinambungan.
  1. Duduk atau berbaring dengan posisi yang cukup nyaman, gosokkan kedua telapak tangan bersama-sama selama beberapa detik kemudian tutup mata Anda dan letakkan telapak tangan di dekat mata. Telapak tangan ini harus diposisikan sedemikian rupa sehingga tidak menyentuh mata. Duduk selama sekitar dua menit, Anda akan mulai melihat kegelapan intens yang akan memberikan terapi pada mata.
  2. Putar mata Anda bolak-balik ke atas dan ke bawah, ini terapi yang cukup baik untuk melatih mata.
  3. Pejamkan mata Anda selama 3-5 detik kemudian buka kembali selama 3-5 detik. Ulangi langkah ini sampai 7 atau 8 kali.
Selamat mencoba icon smile Tips Mengatasi Sindrom Visual Komputer

Tidak ada komentar:

Posting Komentar